Chelsea Incar Granit Xhaka untuk Reuni dengan Xabi Alonso

Chelsea dan Rencana Reuni Granit Xhaka bersama Xabi Alonso

Kabarnya, Chelsea mulai melirik gelandang asal Swiss, Granit Xhaka, untuk memperkuat lini tengah mereka. Ketertarikan ini tidak lepas dari kehadiran Xabi Alonso yang kabarnya akan menjadi pelatih anyar di Stamford Bridge. Alonso dan Xhaka memiliki sejarah kerja sama yang manis saat bersama Bayer Leverkusen, di mana mereka sukses meraih gelar Bundesliga pada tahun 2024.

Granit Xhaka saat ini membela Sunderland, klub yang baru promosi ke Premier League musim lalu. Meski usianya sudah menginjak 34 tahun pada September mendatang, pengalaman dan visi bermainnya masih menjadi nilai jual utama. Xhaka dinilai mampu menjadi jembatan antara pemain muda dan senior di skuad Chelsea yang tengah dalam masa transisi.

Peran Penting Xhaka di Sunderland

Setelah hengkang dari Bayer Leverkusen, Granit Xhaka memutuskan bergabung dengan Sunderland pada bursa transfer musim panas lalu. Kehadirannya langsung terasa: Sunderland berhasil finis di posisi yang mengantarkan mereka ke Liga Europa musim depan. Xhaka menjadi motor permainan di lini tengah, mengatur ritme, dan memberikan distribusi bola yang akurat.

Kontrak Xhaka di Sunderland masih tersisa dua tahun, membuat klub tidak terburu-buru melepasnya. Manajemen Sunderland dikabarkan sangat bertekad mempertahankan sang gelandang, apalagi setelah melihat kontribusinya yang krusial. Chelsea pun sadar bahwa untuk mendapatkan Xhaka, mereka harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, mengingat usia pemain yang tidak lagi muda.

Hubungan Erat dengan Xabi Alonso

Faktor kunci dalam rencana transfer ini adalah hubungan pribadi antara Xhaka dan Xabi Alonso. Alonso yang pernah melatih Xhaka di Leverkusen sangat mengenal kemampuan dan mentalitas pemain tersebut. Keduanya disebut masih menjalin komunikasi yang baik, dan reuni di Chelsea bukanlah hal yang mustahil.

Alonso sendiri dikabarkan ingin menambahkan elemen pengalaman di skuad Chelsea yang masih cukup hijau. Dengan pengalaman Xhaka di Premier League (bersama Arsenal) dan Bundesliga, ia dianggap cocok sebagai sosok pemimpin di ruang ganti. Namun, Chelsea harus hati-hati mengingat Xhaka dikenal dengan temperamennya yang kadang meledak-ledak di atas lapangan.

Sikap Sunderland dan Tantangan Transfer

Sunderland tidak akan melepas Xhaka dengan mudah. Klub asal Inggris timur laut itu siap bertahan habis-habisan dan kemungkinan besar akan memasang harga tinggi untuk pemain yang sudah menjadi ikon baru mereka. Chelsea, yang sedang dalam mode hemat dan pemangkasan skuad, cenderung enggan membayar mahal untuk pemain berusia 34 tahun.

Selain itu, persaingan di bursa transfer musim panas ini juga ketat. Chelsea harus memutuskan apakah akan fokus pada Xhaka atau mengalihkan dana ke target lain. Meski begitu, niat Alonso untuk mendatangkan pemain yang ia percaya bisa menjadi kunci sukses proyeknya di Chelsea membuat spekulasi ini terus bergulir.

Bursa Transfer Chelsea Lainnya: Cucurella, Enzo, dan Pemain Muda

Isu Granit Xhaka bukan satu-satunya yang menghiasi bursa transfer Chelsea. Beberapa pemain lain juga masuk dalam radar The Blues. Marc Cucurella telah resmi dijual ke Real Madrid, sementara Real Madrid juga dikabarkan tertarik pada gelandang Argentina Enzo Fernández. Chelsea sendiri sudah sepakat mendatangkan bek kanan muda Atalanta, Marco Palestra.

Di sisi lain, Chelsea tengah memantau situasi Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville dari West Ham sebagai opsi sayap. Trevoh Chalobah, yang masuk skuad Piala Dunia Inggris, diminati oleh Como dengan nilai sekitar £30 juta plus tambahan £5 juta. Dengan banyaknya pergerakan, Stamford Bridge diprediksi akan kembali sibuk pada musim panas ini.

Kesimpulan: Reuni yang Penuh Tantangan

Rencana Chelsea untuk mendatangkan Granit Xhaka dan mempertemukannya kembali dengan Xabi Alonso memang menarik, tetapi tidak mudah. Sunderland akan berusaha keras mempertahankan pemainnya, sementara faktor usia dan biaya menjadi pertimbangan besar bagi Chelsea. Jika negosiasi berjalan mulus, kehadiran Xhaka bisa menjadi tambahan berharga untuk pengalaman dan stabilitas lini tengah Chelsea. Namun, jika gagal, Alonso harus mencari alternatif lain untuk memperkuat skuad asuhannya.