Amin Nabizada tampil memukau dan mencetak gol indah kala Watford menahan imbang West Ham United dalam laga Championship. Hasil imbang ini semakin menekan posisi Nuno Espírito Santo, yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga awal bersama West Ham. Padahal, ekspektasi terhadap The Hammers begitu tinggi setelah mereka turun kasta dari Premier League.
West Ham adalah klub yang sudah mapan di level atas sepak bola Inggris, bermarkas di stadion berkapasitas 68.000 penonton, dan bahkan memecahkan rekor transfer Championship usai terdegradasi. Dengan segala modal tersebut, banyak pihak meyakini West Ham bakal melaju mulus di divisi dua musim ini. Namun kenyataannya, tiga pekan berjalan mereka belum sekalipun merasakan kemenangan dan suporter mulai angkat suara.
Gol Indah Amin Nabizada Bawa Watford Unggul Lebih Dulu
Bermain di kandang sendiri, Watford justru tampil percaya diri melawan tim yang di atas kertas jauh lebih kuat. Amin Nabizada menjadi pembeda ketika ia berhasil menjebol gawang West Ham yang dijaga Mads Hermansen. Pemain berusia 19 tahun itu melakukan stepover untuk menciptakan ruang di sisi kiri kotak penalti, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper dan masuk ke pojok atas gawang.
Gol tersebut merupakan gol kedua Nabizada dalam tiga penampilannya bersama Watford pada musim ini. Sebelumnya, ia juga kerap menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan lawan dengan kecepatan dan keberaniannya membawa bola. Berkat gol ini, Watford unggul lebih dulu sebelum akhirnya harus berbagi angka.
Sepanjang laga, West Ham sebenarnya meningkatkan intensitas serangan mereka seiring berjalannya waktu. Namun yang mengejutkan, tim tamu hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran selama pertandingan. Ketajaman yang minim ini menjadi catatan besar bagi Nuno dan staf kepelatihannya untuk segera dibenahi.
Gol Penyeimbang West Ham yang Penuh Keberuntungan
West Ham baru bisa menyamakan kedudukan delapan menit setelah gol Nabizada tercipta. Gol tersebut lahir dari kesalahan fatal bek Watford, Kévin Keben, yang mencoba menggiring bola keluar dari garis gawangnya sendiri. Valentín Castellanos berhasil merebut bola dan mengirim umpan yang kemudian membentur Mattie Pollock sebelum masuk ke gawang Watford.
Keberuntungan memang berpihak pada West Ham dalam momen tersebut, tetapi secara keseluruhan permainan mereka belum meyakinkan. Jarrod Bowen memang makin dominan seiring berjalannya laga, membuat Watford bertahan lebih dalam. Namun dominasi teritorial itu tidak menghasilkan peluang emas yang berarti bagi tim tamu.
Watford bahkan nyaris mencetak gol kemenangan lewat Iker Bravo, yang tembakannya membentur pemain bertahan dan melambung di atas gawang. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Hasil ini jelas lebih menguntungkan Watford yang di atas kertas tidak diunggulkan.
Awal Musim yang Sulit, Nuno Semakin Tertekan
Hasil imbang ini merupakan yang kedua beruntun bagi West Ham setelah sebelumnya ditahan Burnley dan dikalahkan Charlton. Suporter yang datang ke kandang Watford tak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka. Sorakan “you’re getting sacked in the morning” terdengar jelas ditujukan kepada Nuno Espírito Santo.
Nuno sendiri sadar bahwa hasil ini jauh dari harapan klub sebesar West Ham. Ia mengakui bahwa timnya sedang dalam proses pembangunan dan meminta suporter tetap percaya. “Kami klub besar dan favorit untuk promosi,” ujar Nuno. “Kami sudah tiga laga dan baru mengumpulkan dua poin. Siapa yang senang? Saya tetap percaya pada anak-anak.”
Tekanan juga datang dari kebijakan transfer klub yang memecahkan rekor pengeluaran di Championship. West Ham menggelontorkan dana sebesar 22 juta poundsterling untuk mendatangkan Arne Engels. Nuno bahkan sempat mengatakan bahwa pembelian itu dilakukan dengan pandangan ke depan agar Engels siap tampil di Premier League, sehingga hasil buruk kini menjadi bumerang baginya. Beberapa catatan negatif membayangi West Ham di awal musim ini:
- Belum pernah menang dalam tiga laga awal Championship
- Hanya mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan
- Suporter mulai menyuarakan kekecewaan kepada Nuno di laga tandang
Watford Berjuang di Tengah Keterbatasan Skuad
Di sisi lain, Watford datang ke laga ini dengan kondisi yang jauh dari ideal. Tim besutan Alessio Dionisi itu hanya finis di peringkat 16 musim lalu dan nyaris tidak melakukan perkuatan berarti pada bursa transfer. Keterbatasan jumlah pemain utama bahkan memaksa Dionisi mengubah skema latihan demi menutupi kekurangan tersebut.
Masalah kedalaman skuad terlihat jelas dari bangku cadangan Watford yang minim pemain lapangan. Bahkan dua kiper harus duduk di bangku cadangan, sebuah sinyal diam-diam bagi manajemen untuk segera bergerak di bursa transfer. Meski demikian, Watford justru tampil tak terkalahkan di awal musim ini.
Padahal, jadwal yang mereka hadapi cukup berat: bertemu Southampton, Wrexham, dan West Ham yang semuanya diprediksi bakal bersaing di papan atas. Dionisi berhasil meracik strategi yang membuat timnya solid meski minim opsi. Kehadiran pemain muda seperti Nabizada menjadi angin segar bagi Watford.
Kisah Menarik di Balik Nama Amin Nabizada
Menariknya, Dionisi mengaku tidak mengenal Amin Nabizada sebelum tiba di Watford. Namun kini, hampir semua penggemar Championship tahu siapa pemain muda tersebut. Nabizada adalah pemain kelahiran Inggris yang membela tim nasional Afghanistan, dan musim ini menjadi musim pertamanya sebagai starter di tim senior.
Sebelum musim ini bergulir, Nabizada belum pernah sekali pun tampil sebagai starter di laga senior. Ia adalah produk akademi Watford yang kini menjelma menjadi salah satu talenta paling mentereng di divisi dua Inggris. Kombinasi kecepatan, keberanian membawa bola, dan penyelesaian akhir yang tenang menjadi senjata utamanya.
Penampilannya melawan West Ham membuktikan bahwa ia layak diperhitungkan di level ini. Dengan usianya yang masih 19 tahun, Nabizada punya potensi besar untuk terus berkembang. Jika konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi aset berharga bagi Watford maupun tim nasional Afghanistan.
Laga Kontra Wolves Menjadi Ujian Penting West Ham
Nuno menegaskan bahwa kemenangan harus segera datang, dan target terdekat adalah laga kontra Wolves pada Selasa mendatang. Wolves juga merupakan tim yang baru terdegradasi dari Premier League, sehingga laga ini menjadi ujian penting bagi kedua tim. “Kemenangan itu harus datang, semoga pada Selasa,” kata Nuno penuh harap.
Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa timnya akan segera menemukan ritme terbaik. “Kami akan menyatu, kami akan klop, dan kami yakin dengan kualitas yang kami miliki, kami akan melakukannya,” tambahnya. Namun di mata suporter tandang, waktu mungkin semakin menipis.
Musim Championship memang masih sangat panjang dengan 46 pertandingan yang harus dilalui. Namun kebiasaan buruk di awal musim bisa menjadi bumerang jika tidak segera diperbaiki. West Ham harus segera bangkit, sementara Watford bisa tersenyum karena berhasil menahan tim unggulan di kandang sendiri.
Pertandingan ini kembali menunjukkan bahwa Championship bukanlah liga yang mudah, bahkan bagi tim sebesar West Ham sekalipun. Amin Nabizada menjadi bintang dengan gol indahnya, sementara Nuno harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan tekanan yang terus menghampiri. Semua mata kini tertuju pada laga kontra Wolves, di mana nasib sang manajer bisa ikut ditentukan.
