Keputusan Mendadak: Pereira Dipecat, Glasner Segera Diperkenalkan
Nottingham Forest kembali mengganti pelatih kepala. Klub Liga Inggris itu resmi memecat Vítor Pereira dan akan menunjuk Oliver Glasner sebagai penggantinya. Keputusan ini menjadikan Glasner sebagai pelatih kelima Forest dalam kurun waktu kurang dari setahun—sebuah catatan yang mencerminkan betapa kacau balau manajemen di City Ground.
Forest diberi tawaran untuk mengontrak Oliver Glasner dengan durasi tiga tahun setelah pria Austria itu meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim. Manajemen Forest merasa kesempatan ini terlalu bagus untuk dilewatkan. Klub juga memiliki klausul pemutusan kontrak yang bisa diaktifkan pada Juni di kontrak Pereira, dan mereka benar-benar menggunakannya pada Selasa malam.
Pereira Kaget Dipecat Lewat Email Tengah Malam
Vítor Pereira, yang sukses membawa Forest bertahan di Premier League setelah menggantikan Sean Dyche pada Februari lalu, baru mengetahui pemecatannya melalui email yang dikirim beberapa menit sebelum tengah malam. Pelatih asal Portugal itu mengaku terkejut karena ia sudah merencanakan pramusim di Portugal dan bahkan telah mengadakan pembicaraan mengenai transfer pemain.
Dalam pernyataannya, Pereira mengatakan pemecatan ini merupakan “kejutan total bagiku dan tanpa peringatan apa pun.” Ia juga mengaku “kecewa dan sedih,” namun tetap meninggalkan Forest tanpa rasa pahit atau dendam. “Saya meninggalkan Nottingham Forest tanpa kepahitan atau dendam—hanya rasa hormat, terima kasih, dan kenangan indah. Sepak bola penuh dengan momen tak terduga, dan meskipun babak ini berakhir lebih cepat dari yang saya perkirakan, saya akan selalu mengenang masa saya di sini dengan bangga dan kasih sayang,” ujarnya.
Mengapa Forest Beralih ke Oliver Glasner?
Sebenarnya Forest sudah hampir menunjuk Oliver Glasner pada Desember 2023, tetapi saat itu mereka memilih Nuno Espírito Santo sebagai pengganti Steve Cooper. Kini, sosok Glasner sangat dihormati oleh direktur teknis Forest, George Syrianos. Ada keyakinan di internal klub bahwa gaya melatih Glasner akan lebih cocok dengan skuad yang ada. Bahkan, Glasner dianggap sebagai peningkatan signifikan dibandingkan Pereira, dan diharapkan bisa membawa stabilitas jangka panjang yang sangat dirindukan klub.
Glasner mengakhiri masa tugasnya di Crystal Palace dengan trofi: ia memenangkan Conference League pada laga terakhirnya bersama Palace. Ia juga berhasil membalikkan performa domestik Palace meskipun pemain-pemain terbaiknya terus dijual—termasuk kapten Marc Guéhi yang dilepas tanpa pengganti yang memadai. Catatan itu membuat reputasinya tetap cemerlang meski bekerja dalam tekanan.
Turbulensi di Nottingham Forest: Deretan Pelatih Gagal
Sejak Nuno meninggalkan Forest pada Agustus lalu, klub ini berganti pelatih dengan kecepatan tinggi. Ange Postecoglou hanya bertahan delapan pertandingan Premier League tanpa kemenangan, lalu Sean Dyche mengalami hubungan yang retak dengan sejumlah pemain. Akhirnya Pereira datang, namun hanya bertahan beberapa bulan. Kekacauan di City Ground berujung pada finis di posisi ke-16, hanya unggul satu poin dan satu peringkat di atas Crystal Palace—ironisnya klub yang kini merekrut Glasner.
Dampak Langsung: Anderson Hengkang, Bergvall Jadi Target
Glasner akan memulai tugasnya di Forest tanpa Elliot Anderson, yang siap menyelesaikan transfer senilai £116 juta ke Manchester City. Sebagai gantinya, Forest mengincar Lucas Bergvall dari Tottenham sebagai pengganti potensial, meskipun harus bersaing dengan klub lain untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kesimpulan: Harapan Baru atau Siklus yang Sama?
Penunjukan Oliver Glasner sebagai pelatih baru Nottingham Forest membawa harapan akan stabilitas yang selama ini sulit diraih klub. Rekam jejaknya di Crystal Palace—terutama kemampuannya membangun tim di tengah penjualan pemain andalan—menjadi nilai jual utama. Namun, dengan sejarah pergantian pelatih yang begitu cepat di City Ground, publik akan menanti apakah Glasner mampu bertahan lebih lama atau akan menjadi korban berikutnya dari manajemen yang tidak sabar.
