Roberto Mancini Kembali Melatih Italia, Ranieri Jadi Direktur Teknis

Kabar Besar dari Federasi Sepak Bola Italia

Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Italia. Roberto Mancini kembali melatih Italia setelah disetujui oleh Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, pada Selasa (14/5/2024). Keputusan ini sekaligus mengukuhkan Claudio Ranieri sebagai direktur teknis anyar tim nasional Italia.

Mancini menggantikan Gennaro Gattuso yang mundur pada April lalu setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ini bukan kali pertama Mancini menangani Gli Azzurri. Pelatih berusia 59 tahun itu sebelumnya memimpin Italia dari 2018 hingga 2023.

Warisan Mancini: Juara Eropa, Tapi Gagal di Piala Dunia

Selama periode pertamanya, Mancini berhasil membawa Italia merebut gelar juara Euro 2020 (dimainkan pada 2021). Kemenangan dramatis atas Inggris melalui adu penalti di Wembley menjadi puncak karier kepelatihannya bersama timnas. Sayangnya, prestasi manis itu diikuti dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022, serta start lamban di kualifikasi Euro 2024.

Secara total, Mancini menangani Italia dalam 58 pertandingan pada masa baktinya yang pertama. Sebelum berkarier di timnas, ia malang melintang melatih klub-klub besar seperti Inter Milan, Fiorentina, dan Manchester City. Bersama City, ia berhasil mempersembahkan gelar Premier League pertama dalam sejarah klub pada musim 2011-2012.

Malagò: “Mancini Adalah Pelatih Terbaik Saat Ini”

Malagò menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Mancini. “Saya percaya orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala saat ini adalah Roberto Mancini,” ujarnya dalam konferensi pers.

Ranieri Masuk, Maldini Hengkang

Selain mengumumkan kembalinya Roberto Mancini, FIGC juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknis. Ranieri yang kini berusia 74 tahun menggantikan Paolo Maldini. Legenda AC Milan itu bersama penasihatnya, Leonardo, mengundurkan diri pada Senin (13/5) setelah penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala diblokir akibat keterkaitan Pirlo dengan perusahaan taruhan Rusia.

Ranieri memiliki reputasi mentereng, terutama setelah membawa Leicester City juara Premier League 2016. Dalam peran barunya, ia akan mengawasi operasi teknis dan pengembangan sepak bola level elite di seluruh struktur tim nasional Italia.

Malagò menjelaskan alasan perekrutan Ranieri. “Saya butuh seseorang yang bisa saya ajak berbagi keputusan tentang pelatih. Tanpa pandangan yang sama, pertimbangan saya tidak akan berarti banyak. Konsekuensinya, kini kami punya pelatih baru dan direktur teknis baru untuk Italia,” jelasnya.

Guardiola Sempat Jadi Incaran, Mancini Jadi Pilihan Akhir

Sebelum menunjuk Mancini, FIGC sebenarnya menjadikan Pep Guardiola sebagai pilihan pertama. Namun, pelatih Manchester City itu menolak tawaran tersebut bulan lalu. Situasi internal di FIGC pun sempat kacau dengan mundurnya Maldini dan Leonardo. Akhirnya, kembalinya Roberto Mancini menjadi solusi yang dianggap paling tepat untuk membangun kembali skuad Italia yang sedang terpuruk.

Dengan kombinasi Mancini sebagai pelatih dan Ranieri sebagai direktur teknis, publik Italia berharap timnas bisa bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi Eropa dan dunia. Tugas pertama yang menanti Mancini adalah mempersiapkan tim untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Euro 2028.