Amerika Serikat Incar Gelar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029

Peluang Besar AS untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029

Setelah sukses besar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat kembali menunjukkan minat untuk menggelar Piala Dunia Antarklub 2029. Negeri Paman Sam ingin memanfaatkan momentum komersial dan olahraga yang telah mereka raih dari perhelatan akbar sepak bola dunia tersebut.

Pembicaraan antara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dengan pejabat AS mengenai rencana jangka panjang untuk turnamen antarklub tahun 2029 telah berlangsung, meskipun belum ada komitmen resmi. Alasan utamanya adalah detail proses seleksi tuan rumah belum sepenuhnya diumumkan oleh FIFA. Belum jelas pula apakah Gedung Putih atau gugus tugas Piala Dunia yang dipimpin Andrew Giuliani – yang baru-baru ini memuji sukses turnamen musim panas ini – sudah terlibat dalam diskusi tersebut.

Dampak Ekonomi dan Minat Besar di Amerika

Giuliani menegaskan bahwa sepak bola bukan lagi cerita masa depan di Amerika. “Ini terjadi sekarang. Ada begitu banyak permintaan untuk datang ke Amerika Serikat untuk menonton Piala Dunia.” Pernyataan ini sejalan dengan fakta bahwa FIFA berhasil menjual 6,5 juta tiket untuk Piala Dunia 2026 – hampir menggandakan rekor penjualan sebelumnya. Pendapatan turnamen diperkirakan melampaui target US$11 miliar, sehingga FIFA tentu menyambut baik keinginan AS menjadi tuan rumah lagi, terutama mengingat hubungan eratnya dengan Gedung Putih.

Selain itu, penawaran bersama tanpa lawan dari AS, Meksiko, Kosta Rika, dan Jamaika untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031 juga akan segera diratifikasi FIFA tahun ini. Artinya, panggung Amerika Utara kian kokoh sebagai pusat sepak bola global.

Kasus Balogun dan Bukti Hubungan Kuat AS-FIFA

Hubungan dekat antara FIFA dan pemerintah Amerika semakin terlihat dalam kasus Folarin Balogun. Presiden AS saat itu, Donald Trump, secara langsung meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kartu merah yang diterima pemain tersebut saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Dalam keputusan yang belum pernah terjadi selama turnamen besar, komite disiplin FIFA membatalkan larangan bermain satu pertandingan sehingga Balogun bisa tampil di babak 16 besar melawan Belgia (yang berakhir kekalahan AS).

Waktu Keputusan dan Persaingan Global

Meskipun Trump akan meninggalkan jabatannya pada Januari 2029 – beberapa bulan sebelum Piala Dunia Antarklub 2029 dimulai – ia masih menjabat saat keputusan tuan rumah diambil. FIFA belum mengumumkan jadwal atau proses pemilihan tuan rumah edisi 2029, namun keputusan diperkirakan baru akan diumumkan tahun depan, kemungkinan setelah pemilihan presiden FIFA pada April.

Sebelumnya, AS ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2025 yang diperluas tanpa melalui proses penawaran – keputusan bulat Dewan FIFA pada Juni 2023. Banyak yang menduga bahwa turnamen 2029 akan jatuh ke tangan dua dari tiga tuan rumah Piala Dunia 2030 (Spanyol dan Maroko), namun minat dari negara lain juga mengalir deras. Konfederasi Sepak Bola Brasil sudah menyatakan keinginan, dan Qatar juga dikabarkan tertarik.

FIFA dan Proses Pemilihan yang Berubah

Sejak 2018, FIFA tidak lagi mengadakan pemungutan suara anggota untuk menentukan tuan rumah turnamen besar. Saat itu penawaran bersama AS, Kanada, Meksiko mengalahkan Maroko untuk Piala Dunia 2026. Maroko kemudian mendapat jatah sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal, dengan tiga pertandingan seratus tahun digelar di Amerika Selatan.

Ekspansi Klub Dunia dan Dinamika Komersial

Keinginan FIFA untuk memperluas Piala Dunia Antarklub 2029 menjadi 48 tim, yang didukung klub-klub besar Eropa, bisa menjadi faktor kompleks dan justru memperkuat peluang tawaran AS. Turnamen lain di Amerika Utara juga merupakan opsi paling menguntungkan bagi FIFA. Kebijakan penetapan harga agresif FIFA untuk Piala Dunia 2026 terbukti berhasil – sebagian besar pertandingan terjual habis.

FIFA juga telah menguji coba model harga dinamis (dynamic pricing) yang kontroversial pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Model itu menghasilkan pendapatan US$411 juta dari penjualan tiket dan perhotelan, meskipun permintaan berfluktuasi. Semua ini memperkuat posisi AS sebagai calon tuan rumah yang sangat potensial.

Kesimpulan

Minat Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2029 adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi negara itu sebagai pusat sepak bola global. Dengan dukungan infrastruktur yang sudah teruji, hubungan erat dengan FIFA, dan potensi pendapatan besar, tidak menutup kemungkinan AS akan kembali menggelar turnamen akbar. Namun persaingan dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Selatan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi FIFA dalam menentukan pilihan terbaik.