Mourinho: Real Madrid Batal Rekrut Rodri karena Keraguan

Mourinho Ungkap Real Madrid Batal Rekrut Rodri karena Keraguan

Mourinho membongkar alasan Real Madrid batal merekrut Rodri: keraguan sang pemain. Ia mengaku sempat berbicara langsung dengan Rodri dan klub telah menawarkan kontrak yang sangat bagus. Namun, keraguan yang muncul dari kapten juara Piala Dunia asal Spanyol itu justru membuat pelatih asal Portugal ini ikut ragu.

Pernyataan Mourinho ini keluar pada hari yang sama ketika Rodri resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Barcelona. Setelah pindah dari Manchester City dengan nilai transfer €75 juta (£65,4 juta), Rodri menyebut Barcelona “selalu menjadi pilihan pertamanya”. Sementara itu, Mourinho menegaskan bahwa ia tidak akan merindukan Rodri di Santiago Bernabéu.

Kontak Langsung Tanpa Negosiasi dengan Manchester City

Dalam wawancara dengan El Chiringuito, Mourinho menjelaskan bagaimana proses transfer itu berjalan. Real Madrid, menurut dia, menghubungi Rodri dan mengajukan tawaran penting tanpa terlebih dahulu bernegosiasi dengan Manchester City. Ia juga sempat berbicara dengan pemain itu beberapa kali, dan tawaran yang diberikan klub disebutnya sangat bagus.

Namun, respons Rodri tidak seperti yang diharapkan. “Rodrigo ragu, dia ragu. Keraguannya membuat saya ragu,” kata Mourinho. Meski demikian, ia tidak memiliki hal buruk untuk dikatakan tentang pemain berusia 30 tahun itu; Rodri dianggap pemain luar biasa dan bersikap benar terhadap Real Madrid.

Menurut Mourinho, klub sebesar Real Madrid tidak bisa menerima pemain yang berpikir dua kali. “Anda menghubungi pemain, dan pemain itu seharusnya langsung bertanya: ‘Kapan saya berangkat?'” ujarnya. Begitulah cara kerja klub semacam Madrid, tegasnya.

Tiga Tawaran Masuk untuk Rodri setelah Piala Dunia

Seusai Piala Dunia, Rodri ternyata punya tiga tawaran untuk meninggalkan Manchester City: Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Barcelona. Rodri langsung menyingkirkan PSG dari daftar karena ia ingin kembali ke Spanyol. Pada akhirnya, pemain berusia 30 tahun itu memilih Barcelona, yang berarti ia akan bergabung dengan delapan rekan setimnya di skuad Piala Dunia.

Keputusan ini sempat dibayangkan sebagai kemenangan Barcelona atas rival beratnya. Ketika hal itu ditanyakan kepada Mourinho, ia menjawab dengan tegas: “Kemenangan ada di lapangan, trofi.” Artinya, ia tidak menganggap hasil di meja transfer sebagai ukuran kesuksesan.

Real Madrid Belum Cari Gelandang Pengganti Rodri

Hingga bursa transfer masih berjalan, Real Madrid belum mendatangkan gelandang pengganti meski terus dikaitkan dengan Rodri. Padahal, lini tengah disebut sebagai celah yang jelas dalam tim yang gagal meraih gelar besar dalam dua musim terakhir. Mourinho, bagaimanapun, merasa skuad yang ada sudah cukup.

Mourinho, pada awal periode keduanya menangani Real Madrid, menegaskan tidak ada kebutuhan mendesak untuk mendatangkan pemain baru. “Saya tidak bilang tidak akan ada tambahan pemain karena bursa transfer masih terbuka. Tetapi jika Anda bertanya langsung apakah skuad ini lengkap, bagi saya ya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa skuadnya lengkap, tertutup, dan ia sangat menyukai komposisi tim yang dimilikinya.

Mourinho Tidak Merindukan Rodri dan Tetap Percaya Skuadnya

Mourinho juga menegaskan bahwa ia tidak merindukan Rodri, yang sempat ia panggil Rodrigo. Ia menilai skuadnya punya solusi dan kualitas, jadi tidak ada alasan untuk khawatir. Baginya, para pemain yang ada tinggal diasah agar kemampuan terbaiknya muncul.

“Saya punya pemain yang mungkin Anda lihat dan nilai dari apa yang sudah mereka lakukan. Tetapi saya suka berpikir bahwa saya punya kemampuan untuk meningkatkan pemain,” tutur Mourinho. Ia meyakini seorang pemain yang hari ini dipandang biasa saja bisa menjadi pemain yang berbeda pada hari esok. Karena itu, ia tidak merasa perlu mencari pengganti Rodri di bursa transfer.

Kesimpulan

Kisah transfer Rodri ini setidaknya menunjukkan bahwa Real Madrid sangat mempertimbangkan sikap mental pemain sebelum menuntaskan keputusan. Sementara Barcelona merayakan kedatangan sang kapten juara Piala Dunia, Mourinho justru percaya penuh pada skuad yang sudah ada. Hasil pertandingan, bukan gengsi bursa transfer, yang nantinya menentukan siapa yang benar.