Kesaksian Mengejutkan dari Rekan Setim
Mantan kiper Sheffield United, Nina Wilson, mengungkapkan dalam sidang inquest bahwa ia telah berulang kali mencoba menyampaikan kekhawatiran tentang perilaku manajer Jonathan Morgan sebelum rekan setimnya, Maddy Cusack, meninggal dunia pada September 2023. Wilson mengaku bahwa ia merasa tidak didengarkan oleh pihak klub.
Dalam kesaksiannya, Wilson yang mengakhiri karier sepak bolanya di usia 25 tahun karena pengalaman traumatis tersebut, menekankan bahwa dirinya maupun Cusack tidak tahu siapa petugas perlindungan (safeguarding officer) klub. Ia juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengadilan, termasuk agar jalur pelaporan pelanggaran (whistleblowing) lebih jelas bagi pemain dan pendidikan kesehatan mental menjadi bagian wajib dalam kursus lisensi kepelatihan.
Pandangan Berbeda dari Pemain dan Staf Lain
Namun, sidang pada Jumat lalu juga mendengar kesaksian dari mantan pemain Sheffield United lainnya dan mantan asisten pelatih Morgan, Luke Turner. Turner menyatakan bahwa ia tidak pernah menyaksikan Morgan melakukan perundungan terhadap Cusack atau pemain lain secara pribadi. Morgan, yang juga pernah menangani Leicester City, Burnley, dan Sheffield United, akan memberikan kesaksiannya pada Senin.
Morgan sempat bertanya kepada mantan pemainnya, Naomi Hartley, apakah ia pernah melihat perundungan terhadap Cusack. Hartley menjawab, “Tidak, saya hanya merasa banyak orang yang terintimidasi oleh Anda.” Hartley juga menambahkan, “Jika Anda berada di sisi baiknya, Anda baik-baik saja; jika di sisi buruknya, Anda tidak.” Namun ia mengakui tidak pernah melihat Morgan melakukan perundungan.
Staf Klub Kewalahan karena Kekurangan Sumber Daya
Sidang di pengadilan koroner Chesterfield juga mengungkap betapa kekurangan sumber daya yang dialami staf klub divisi dua tersebut pada musim panas 2023, saat mereka bertransisi dari status paruh waktu menjadi penuh waktu. Dokter tim wanita Sheffield United saat itu, Dr. Subhashis Basu, mengatakan bahwa mereka begitu kewalahan sehingga ia harus memesan lapangan latihan, mengumpulkan “makan siang untuk pemain dari Tesco”, dan bahkan “menyimpan obat-obatan” di rumahnya. Ia juga menyebut seringnya kekurangan ruang medis pribadi untuk skuad wanita.
“Lingkungannya sangat menantang. Kami secara rutin memindahkan fasilitas latihan, kesulitan mencari tempat,” ujar Dr. Basu.
Kekhawatiran Tidak Ditanggapi Serius
Wilson, yang pernah bermain untuk Brighton dan London City Lionesses, menyebut kematian sahabatnya Cusack pada usia 27 tahun sebagai sesuatu yang “pasti bisa dicegah”. Ia menggambarkan Cusack sebagai “orang yang sangat percaya diri, sangat lucu, selalu ceria di ruang ganti, dan selalu peduli pada orang lain”. Namun, Wilson melihat perubahan drastis pada sikap Cusack sejak Februari 2023, saat Jonathan Morgan diangkat menjadi manajer.
Wilson mengaku sudah menyampaikan masalah terkait Morgan kepada klub, tetapi “tidak ada tindak lanjut. Jawaban yang saya dapatkan adalah ‘dia manajer’.” Detail pengaduan Wilson tidak diungkapkan di pengadilan. Sheffield United melakukan investigasi internal atas kematian Cusack pada 2023 dan tidak menemukan kesalahan. Staf senior klub akan memberikan kesaksian minggu depan.
Wilson juga menyatakan bahwa di dalam ruang ganti, “satu-satunya orang yang mengatakan hal positif tentang penunjukan Morgan” adalah kapten tim, Sophie Barker, yang telah bersaksi pada Rabu lalu. Wilson mengklaim Morgan telah “menciptakan perpecahan” dalam tim, “membuat semua orang tegang”, dan meminta sekelompok kecil pemain yang tidak menjadi starter untuk berlatih sendirian, terpisah dari pemain lain.
Klarifikasi dan Kesaksian Tambahan
Turner, yang kini bekerja sebagai asisten manajer di klub Liga Super Wanita 2, ditanya di pengadilan tentang klaim tersebut. Ia mengatakan “tidak ingat” Morgan pernah membuat pemain berlatih dengan cara seperti itu. Turner juga mengaku tidak pernah mendengar Cusack mempertanyakan perilaku Morgan secara pribadi. Ketika ditanya apakah ada yang mengangkat isu penunjukan Morgan pada awal 2023, Turner menjawab, “Satu-satunya yang saya dengar adalah seseorang mengatakan Morgan ‘bukan pelatih terbaik di lapangan’ dari segi taktik, tetapi saya tidak mendengar hal lain.”
Turner tampaknya setuju dengan kesaksian Dr. Basu tentang keterbatasan staf pada musim panas 2023, saat Turner sedang cuti sementara karena masa pemberitahuan di pekerjaan lain sebelum bergabung penuh waktu dengan Sheffield United. “Jumlah staf sangat terbatas saat itu. Staf yang tersisa harus melakukan banyak peran, dan semuanya berusaha melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Kekhawatiran Kesehatan Mental Cusack
Turner juga mengatakan bahwa dialah yang menyampaikan kekhawatiran kepada Morgan dan fisioterapis tim, Francesca Carr, tentang suasana hati Cusack yang sedang buruk. Morgan dan Carr kemudian menyampaikannya ke Dr. Basu. Dr. Basu menuturkan bahwa dalam sebuah panggilan telepon pada 6 September 2023, Cusack “menunjukkan kepada saya sebagai seseorang yang kewalahan dan butuh waktu untuk memikirkan semuanya”. Ia menilai Cusack berisiko “rendah untuk bunuh diri” tetapi “berisiko tinggi mengalami penurunan kondisi”.
Hartley, mantan rekan setim Cusack, menggambarkan Cusack sebagai “orang yang bahagia” yang “menerangi setiap ruangan yang ia masuki” dan “menjadi tempat curhat yang selalu mendengarkan”. Namun, soal pengalamannya dengan Jonathan Morgan, Hartley mengakui adanya tekanan, meski ia tidak pernah melihat perundungan secara langsung.
Dukungan Keluarga dan Kelanjutan Sidang
Sidang juga mendengar kesaksian dari Nardia O’Connor, ahli kesehatan mental dan kesejahteraan yang diminta secara independen oleh keluarga Cusack, David, untuk membantu putrinya pada awal September 2023. O’Connor mengatakan Cusack “jelas kesulitan menyeimbangkan” tekanan pekerjaan pemasaran di klub dengan kontrak sepak bola penuh waktunya, dan menyebut kekhawatiran tentang “komitmen keuangan dengan rumahnya”.
Sidang inquest akan dilanjutkan pada Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga 10 Juli.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan, hubungi layanan krisis di Indonesia: hotline pencegahan bunuh diri (021) 7256526 atau Hubungi Kami di (021) 7256525. Untuk bantuan internasional, kunjungi befrienders.org.
