Dominik Szoboszlai percaya kekecewaan musim lalu bisa menjadi bahan bakar Liverpool untuk kembali tampil sebagai penantang gelar. Gelandang andalan The Reds itu juga mengakui skuad asuhan Andoni Iraola harus menghasilkan “sesuatu yang istimewa” jika tidak ada rekrutan baru sebelum batas akhir bursa transfer. Keyakinan ini disampaikan Szoboszlai di tengah gejolak besar yang melanda Anfield setelah musim lalu berakhir tanpa gelar.
Liverpool memang tengah memasuki masa transisi besar. Arne Slot kehilangan pekerjaannya setelah gagal mempertahankan gelar Premier League yang sebelumnya diraih dengan nyaman pada musim debutnya. Kini Andoni Iraola hadir sebagai kepala pelatih baru, dan Szoboszlai menegaskan seluruh pemain siap bangkit dari keterpurukan musim lalu.
Kekecewaan Musim Lalu Jadi Bahan Bakar Kebangkitan
Musim lalu menjadi catatan terbaik Szoboszlai secara individu setelah ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Liverpool. Namun pencapaian pribadi itu terasa pahit karena secara kolektif tim justru mengalami kemunduran. Liverpool yang sebelumnya menjuarai Premier League dengan nyaman pada musim debut Slot gagal mempertahankan gelar, dan hasil buruk itu membuat sang pelatih kehilangan pekerjaannya.
Kekecewaan itulah yang kini ingin diubah Szoboszlai menjadi motivasi di musim debut Iraola. “Saya tidak sabar menunggu musim baru, jujur saja,” ujar kapten Timnas Hungaria itu usai tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat. “Saya merasa kami siap untuk bangkit lagi dan mengambil motivasi dari musim lalu karena itu bukan musim terbaik. Kami tidak berakhir di tempat yang kami inginkan. Jadi sekarang kami akan mengejarnya lagi.”
Semangat serupa juga dirasakan oleh seluruh skuad Liverpool. “Semua orang termotivasi. Saya bisa melihat di mata setiap pemain bahwa mereka ingin bermain, dan jika ingin bermain, Anda harus memberikan yang terbaik,” jelas Szoboszlai. “Dari sana pelatih yang akan memutuskan siapa yang tampil, tetapi semua orang berada di posisi nol sekarang.” Dengan begitu, persaingan menuju tim utama musim ini dipastikan berjalan sehat dan ketat.
Situasi Transfer Liverpool: Sedikit Masuk, Banyak yang Pergi
Pada bursa transfer musim panas ini, Liverpool baru menambah dua wajah baru: bek tengah Jérémy Jacquet dan penyerang serbabisa Victor Muñoz. Klub juga masih memburu Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Namun di saat yang sama, tiga pilar penting justru pergi sebagai agen bebas, sehingga skuad The Reds tetap timpang di sejumlah posisi.
Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konaté menjadi nama-nama yang hengkang tanpa biaya transfer. Kepergian mereka meninggalkan lubang besar, terutama di lini pertahanan dan lini serang. Dengan tenggat waktu bursa yang semakin dekat, keputusan manajemen Liverpool dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan kedalaman skuad musim ini.
Szoboszlai sendiri memilih bersikap netral soal isu transfer. “Bukan tugas saya untuk memberi tahu siapa yang harus kami rekrut atau apakah kami perlu merekrut seseorang,” ujarnya. “Jika orang-orang di atas dan pelatih memutuskan untuk merekrut seseorang, kami akan sangat senang dan menyambutnya dengan baik. Jika mereka memutuskan tidak, maka kami harus melakukan sesuatu yang istimewa dengan skuad ini.”
Gaya Khas Iraola: Tidak Langsung Bicara Usai Laga
Selama tur pramusim melawan Sunderland, Wrexham, dan Leeds, Szoboszlai menemukan kebiasaan unik dari pelatih barunya. Iraola ternyata tidak suka berbicara dengan pemain langsung setelah peluit panjang berbunyi. Temuan ini menjadi pengalaman baru bagi gelandang asal Hungaria tersebut.
“Dia tidak berbicara setelah pertandingan,” ungkap Szoboszlai. “Saya pikir setiap pelatih punya gayanya sendiri. Memang seperti itulah dia, dia selalu lebih suka berbicara sehari setelah pertandingan, yang tidak masalah bagi semua orang. Kami harus terbiasa dengan ini.”
Pendekatan semacam ini memang berbeda dari kebanyakan pelatih yang biasanya langsung memberi evaluasi di ruang ganti. Namun Szoboszlai menilai perbedaan gaya itu sebagai hal yang wajar dari seorang pelatih baru. Yang terpenting, komunikasi tetap berjalan lancar dan setiap pemain memahami apa yang diharapkan Iraola dari mereka.
Wakil Kapten Liverpool: Kehormatan Besar bagi Szoboszlai
Selama tur Amerika Serikat, Szoboszlai sempat dipercaya memakai ban kapten Liverpool. Namun ia menegaskan belum ada pembicaraan dengan Iraola soal mengisi posisi wakil kapten yang ditinggalkan Robertson dan Salah. Padahal, dua posisi tersebut kini kosong setelah keduanya hengkang sebagai agen bebas.
“Belum ada percakapan sama sekali. Kami punya Virgil [van Dijk] sebagai kapten, lalu Ali [Alisson] dan Joe Gomez sebagai wakil kapten,” ungkap Szoboszlai. “Jadi memang belum ada pembicaraan. Jelas Ali tidak ada di sini dan Joe sedang cedera. Kita lihat saja, ini belum final.”
Meski begitu, pemain berusia 25 tahun yang baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun di Anfield itu mengaku siap menerima tanggung jawab besar jika diberi kepercayaan. “Jika Anda ditawari menjadi wakil kapten Liverpool, Anda pasti akan menerimanya,” katanya. “Itu akan menjadi momen yang membanggakan bagi saya, tetapi saya menghormati semua orang. Siapa pun yang terpilih, kami akan mengikutinya.”
Insiden Ban Kapten vs Wrexham: Szoboszlai Buka Suara
Momen menarik terjadi saat Liverpool mengalahkan Wrexham di New York ketika Szoboszlai memberikan ban kapten kepada Kostas Tsimikas. Insiden ini sempat menjadi masalah bagi Curtis Jones dan kemudian ramai dibicarakan publik. Media pun ikut memperbesar kejadian tersebut hingga memunculkan spekulasi adanya ketegangan di ruang ganti.
Szoboszlai membantah adanya masalah dengan sesama gelandang tersebut. “Itu tidak pernah menjadi perdebatan di antara kami bertiga. Kami hanya mendiskusikan sesuatu di lapangan,” jelasnya. “Setelah itu, kalian membuatnya menjadi besar. Tapi lain kali kami akan mengaturnya di ruang ganti. Tidak ada yang marah, semuanya sudah beres, dan kami semua baik-baik saja.”
Pernyataan tersebut sekaligus mendinginkan suasana yang sempat memanas akibat pemberitaan. Szoboszlai menegaskan tidak ada masalah tersisa di antara para pemain. Hubungan tim tetap solid dan fokus kembali diarahkan pada persiapan menyambut musim baru.
Musim baru Liverpool di bawah Andoni Iraola jelas akan menjadi ujian besar bagi Szoboszlai dan rekan-rekannya. Dengan motivasi yang membara setelah musim penuh kekecewaan serta sejumlah posisi yang masih kosong di skuad, perjalanan The Reds musim ini patut dinantikan. Terlebih, Szoboszlai sudah menegaskan kesiapannya untuk kembali bersaing di papan atas.
Satu hal yang pasti, semangat juang Szoboszlai tidak pernah padam. Ucapannya yang penuh antusiasme menjadi cerminan kesiapan seluruh skuad untuk bangkit dan kembali berburu gelar di bawah kepemimpinan Andoni Iraola.
